Catatan Asami

Berpikir untuk bergerak……

Archive for the tag “Story”

Antara Jakarta – Bogor: A Story of Chikung Kylin

terminal baranangsiang2

(Minggu pagi di terminal Kampung Rambutan, Jakarta)

Langit terlihat sangat terang, meski saat itu jam tangan saya baru menunjukkan pukul 08.30 WIB. Para penjaja makanan terlihat berdesak-desakan di dalam sebuah bis yang penuh dengan penumpang. Hawa panas yang merasuk ke dalam bis seolah tak mereka hiraukan. Dengan semangat mereka menawarkan dagangannya kepada semua penumpang. Mulai dari buah jeruk, manggis, brownies, mainan anak, majalah hingga mesin jahit tangan.
(baca entri selengkapnya…)

Bila Bos Ngajak Berantem?

Bila Bos Ngajak Berantem?Orang jepang jika bertemu dengan siapapun pasti tidak lupa mereka akan membungkukkan badannya. Kenapa? Kata mereka ‘membungkuk itu merupakan sikap mengalah untuk menang, seperti pohon ilalang. Membungkuk bukan karena lemah atau mau diinjak-injak seperti tanah.”

Beberapa waktu lalu, saya baru saja bertemu dengan seorang teman. Sambil menahan tangis, dia mengeluhkan nasib dirinya yang baru saja mendapat teguran keras dari atasannya. Saya merasa aneh, bukan aneh karena melihat dia menangis, tapi saya mengenal teman saya itu sebagai sosok yang nggak cengeng dan sangat ceplas-ceplos jika berbicara. Kata-kata kasar pun bagi dia sudah merupakan hal biasa didengarnya. Bahkan, baginya kata-kata seperti itu hanya masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Tapi, ternyata tidak demikian untuk kali ini.

(baca entri selengkapnya….)

Love is Blind….

Love is Blind

Love is Blind

Love is blind. Kalimat ini rasanya sudah tak asing lagi ditelinga kita. Bahkan anak SD pun juga sudah cukup mudeng. Tapi, Benarkah cinta itu buta?

Apakah ketika seseorang yang sedang terserang VMJ alias virus merah jambu tidak lagi bisa berpikir rasional dan melihat sekeliling dengan normal maka dikatakan because love, the people is blind? Sampai-sampai pete pun berwangi kesturi, hihii….
Tapi, sepertinya saya tidak perlu menjawab pertanyaan tersebut untuk anda. Karena saya pikir anda punya jawabannya sendiri dan fakta di sekeliling anda pun bisa memberikan jawaban untuk anda semua.

Saya pernah membaca kisah seorang perdana menteri Yunani, Papandreu namanya. Usianya sudah kepala tujuh. Ia rela menceraikan istrinya yang sudah dinikahinya sejak 43 tahun yang lalu, hanya agar bisa menikahi seorang mantan pramugari pesawat kepresidenan Dmitri Liani yang saat itu berusia 33 tahun. Lalu saya pernah membaca pula tentang seorang pemuda gagah yang mau-maunya menikahi seorang nenek renta yang sudah berumur 80 tahun (wiiiihhww…..)

Namun, because love bukan hanya dalam soal memilih pasangan yang “tidak normal”. Tetapi, terkadang juga mengantarkan seseorang untuk menampakkan action yang “tidak normal” pula. Mulai dari perselingkuhan, santet-santetan, saling membunuh dan sebagainya kerap menghiasi perjalanan kisah cinta pasangan dua insan.

Kembali ke atas
(baca entri selengkapnya….)

Post Navigation

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.