
Love is Blind
Love is blind. Kalimat ini rasanya sudah tak asing lagi ditelinga kita. Bahkan anak SD pun juga sudah cukup mudeng. Tapi, Benarkah cinta itu buta?
Apakah ketika seseorang yang sedang terserang VMJ alias virus merah jambu tidak lagi bisa berpikir rasional dan melihat sekeliling dengan normal maka dikatakan because love, the people is blind? Sampai-sampai pete pun berwangi kesturi, hihii….
Tapi, sepertinya saya tidak perlu menjawab pertanyaan tersebut untuk anda. Karena saya pikir anda punya jawabannya sendiri dan fakta di sekeliling anda pun bisa memberikan jawaban untuk anda semua.
Saya pernah membaca kisah seorang perdana menteri Yunani, Papandreu namanya. Usianya sudah kepala tujuh. Ia rela menceraikan istrinya yang sudah dinikahinya sejak 43 tahun yang lalu, hanya agar bisa menikahi seorang mantan pramugari pesawat kepresidenan Dmitri Liani yang saat itu berusia 33 tahun. Lalu saya pernah membaca pula tentang seorang pemuda gagah yang mau-maunya menikahi seorang nenek renta yang sudah berumur 80 tahun (wiiiihhww…..)
Namun, because love bukan hanya dalam soal memilih pasangan yang “tidak normal”. Tetapi, terkadang juga mengantarkan seseorang untuk menampakkan action yang “tidak normal” pula. Mulai dari perselingkuhan, santet-santetan, saling membunuh dan sebagainya kerap menghiasi perjalanan kisah cinta pasangan dua insan.
Kembali ke atas
(baca entri selengkapnya….)