Catatan Asami

Berpikir untuk bergerak……

Archive for the tag “iklan”

Taste

Bermula dari browsing kuliner di internet, lalu membaca testimoni beberapa orang di beberap situs kuliner, ketemulah saya dengan salah satu tempat kuliner bernama “Ayam Bakar Mas Mono”.

Ada yang menarik dari Ayam Bakar Mas Mono ini. Bukan rasa ayam bakarnya yang saya maksud-karena saya sendiri belum mencicipi- melainkan pemilik tempat makan tersebut. Pemilik tempat kuliner ini disebut-sebut sebagai juragan ayam bakar yang mengawali usahanya dengan menjadi seorang Office Boy. Perjalanan yang berliku ia lalui hingga berhasil memiliki lebih dari 13 outlet yang tersebar di Jakarta dengan omzet ratusan juta rupiah.

Selain memiliki kisah inspiratif, Ayam Bakar Mas Mono ini juga direkomendasikan banyak orang karena rasanya yang tidak mengecewakan alias top banget.

Katanya nih bumbu ayam bakarnya meresap ke dalam dagingnya yang sudah dimasak sedemikian rupa sehingga menjadi empuk. Hmm…kalau sudah dibilang begitu, makin penasaran aja ini lidah untuk mencobanya. Apalagi lokasinya di Jl. Tebet Raya, tidak begitu jauh dengan tempat tinggal saya.

Dan…..pencarian pun dimulai…..

Hari Sabtu kemarin rasa penasaran itu akhirnya tersalurkan. Setelah hampir salah masuk ke sebuah restoran lain-’sebagai informasi, plang ‘Ayam Bakar Mas Mono’ dipasang tepat di depan outlet ayam bakar juga, hanya saja nama ayam bakarnya beda-akhirnya sampai juga saya ke TKP.

Tampak dari luar, pengunjung cukup ramai. Ohya, saat itu kan malam minggu, ya iyyalah ramai…hehe.. Begitu masuk, terlihat empat meja panjang berderet di sana. Spacenya sih tidak begitu luas. Sedikit lebih sempit jika dibandingkan dengan outlet A&W yang ada di Giant Mampang Prapatan. Saya mengambil tempat duduk tepat di depan meja kasir kemudian langsung memesan paket ayam bakar yang telah membuat saya penasaran itu. Harga per paketnya adalah Rp. 13.000. Kalo mau pakai tempe tahu bacem kudu nambah lagi, Rp. 2.000 untuk tempe bacem dan Rp. 1.500 untuk tahu bacem. Selain itu ada juga menu tambahan lainnya, seperti cah kangkung, capcay, dan lain-lain.

Sambil menunggu ayam bakar saya datang, saya mengamati salah satu sisi ruangan yang penuh dengan pajangan. Bukan foto pemiliknya yang dipajang di sana, melainkan liputan dari media massa yang digunting lalu diberi bingkai. Rata-rata berisi tentang kisah sukses sang pemilik outlet. Di antaranya dari tabloid Kuliner, Kontan, PeluangUsaha, Warta Kota, dan banyak lagi yang lainnya. Saya hitung, ada lebih dari dua puluh bingkai yang dipajang. Di dekat meja kasir sendiri ada pajangan yang berisi testimoni beberapa artis terkenal. Isinya begini, “99,9 % artis top mengatakan Ayam Bakar Mas Mono uenak!”.

Ohya, ada satu tulisan yang menarik perhatian saya. Tulisan itu dipajang dekat dengan wastafel, tidak jauh dari meja kasir. Mata saya pun tidak begitu sulit untuk membacanya. Tulisannya kira-kira begini: “Mengecewakan bos adalah bahaya, tapi mengecewakan konsumen adalah bahaya besar. Karena bos dipuji oleh konsumen”.
(Read more…>>>)

SBY, Seleraku?

Dari Sabang sampai Merauke,
Dari timur sampai ke Talaud,
Indonesia tanah airku,
Indomie seleraku…..

indomie

Ya, itu adalah potongan lagu “Indomie” yang sering kita dengar lewat iklan-iklan di televisi maupun radio. Siapa sih yang tidak pernah mendengar lagu itu? Bahkan, pasangan capres-cawapres SBY-Boediono sebelum pilpres 8 Juli pun menggunakan aransemen lagu di atas untuk kampanye dengan mengganti beberapa bagian liriknya.

(baca entri selengkapnya….)

Post Navigation

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.