Catatan Asami

Berpikir untuk bergerak……

Archive for the month “April, 2009”

Flu Babi: Kolaborasi WHO dengan perusahaan-perusahaan farmasi?

Wabah flu babi membuat takut penduduk dunia
Sepintas judul di atas terdengar mengada-ngada. Pembaca barangkali berpikir, apa hubungannya kasus flu babi-yang sejak Maret 2009 ramai dibicarakan oleh media- dengan kolaborasi WHO dan perusahaan-perusahaan farmasi?

Sebelum saya menjawabnya untuk anda, terlebih dahulu saya ingin mengajak anda berjalan-jalan sebentar menikmati pemandangan nusantara yang elok nan rupawan, dengan penduduknya yang ramah nan menawan. Lumayan sebagai pemanasan agar anda tidak kesurupan ketika membaca tulisan saya ini, hehee…nggak ding!

Indonesia adalah negara yang terdiri dari banyak pulau. Setiap pulau memiliki karakter dan kekhasan tersendiri. Dari perut pulau-pulau itu, tertanam potensi Sumber Daya Alam yang sangat besar. Saking besarnya, ia bahkan menjadi santapan menggiurkan bagi negara-negara rakus yang tetap menginginkan negeri ini tetap terjajah, setidaknya non physically. (baca entri selengkapnya….)

Fatima Sang Mantan Dugemer

Amerika pasca peristiwa 11 September 2001 diberitakan marak melakukan sweeping terhadap warga-warga muslim yang tinggal di AS. Bahkan, tempat-tempat ibadah kaum muslimin juga menjadi target pengrusakan.

Namun, jauh di luar itu, jumlah muallaf justru semakin meningkat. Kecurigaan warga AS yang begitu besar terhadap warga muslim, menambah rasa penasaran warga AS non muslim terhadap islam. Bahkan terdapat trend yang sedang menjamur di negeri Paman Sam itu. Pasca kejadian tersebut, terjadi kenaikan jumlah wanita AS yang mengenakan hijab-bagitu biasa mereka sebut. Hijab adalah sebuah kain yang digunakan sebagai penutup kepala bagi perempuan muslim (biasa juga disebut khimar atau kerudung).

Fatima Az Zahra adalah satu dari sekian banyak perempuan AS yang menyimpan rasa penasaran yang besar terhadap islam. Ia tinggal di Indianapolis, sebuah negara bagian di Amerika Serikat. Perempuan bermata biru nan ayu ini memiliki hobi nongkrong di diskotik. Rok pendek adalah kesukaannya. Ia senang ngedugem sekaligus memamerkan kemolekan tubuhnya di klub-klub malam.

(baca entri selengkapnya….)

Nasionalis-Religius atau Religius-religius?

Koalisi antar partai, mungkinkah menjadi solusi problem rakyat?

Kemarin, tepatnya selasa, 21 April 2009 saya baru saja membaca sebuah headline berita di www.detik.com. Hari itu merupakan momentum yang sangat baik bagi Partai Demokrat (PD) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kedua partai tersebut telah mencapai deal menuju koalisi capres dan cawapres. Ini berarti telah ada satu partai islam yang sudah berinisiatif untuk mengulang kembali koalisi kepemimpinan nasionalis-religius.

Lalu, bagaimana dengan partai islam lainnya? Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tinggal menunggu jadwal kesepakatan saja. Sedangkan, PAN dan PBB masih belum ada tanda-tanda untuk mengikuti jejak PKS.

Saya dan pembaca tentunya tidak lupa bahwa pasca pemilu 2004 yang lalu, PKS termasuk partai yang pro terhadap pemerintahan koalisi SBY-JK. Kali ini, PKS menawarkan Hidayat Nurwahid sebagai cawapres mendampingi SBY sebagai capres.

Koalisi kepemimpinan nasionalis-religius sudah merupakan cerita lama di negeri ini.

(baca entri selengkapnya….)

Antara Kartini dan Manohara

R.A. Kartini
Hari ini mungkin terasa special buat yang merasa dirinya perempuan. Ya, 21 April memang diperingati sebagai hari Kartini. Hari Kartini biasanya disebut harinya perempuan. Jadi, wajar jika pada hari itu perempuan-perempuan diperlakukan lebih istimewa dari biasanya. Polwan-polwan mengenakan kebaya. Anak-anak TK pun karnaval dengan kostum ala Ibu Kartini. Wahh, riuh pastinya. Di antara para perempuan tersebut, mungkin ada yang mendapatkan sekuntum bunga mawar ataupun hanya sekedar ucapan selamat.

Tapi saya kok merasa tidak demikian ya? Sampai saya menulis tulisan ini, masih belum ada saja hal istimewa yang saya dapatkan (kasian deh!). Namun, apapun itu, saya masih berharap ada something special yang datang tiba-tiba hari ini (huahaa….ngarep.com). Yah, kiriman paket barangkali. Apalagi jika paketnya bernilai dunia akhirat, ckckckckckk……

Anyway, busway, belakangan ini media-media banyak disuguhi berita tentang kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialami oleh model cantik asal Indonesia, namanya Manohara Odelia Pinot. Perempuan muda ini mengalami KDRT setelah dirinya menikah dengan Putra Mahkota Kerajaan negara bagian Kelantan, Malaysia, Tengku M. Fakhry. Entah itu benar atau tidak, tapi setidaknya begitulah yang diberitakan oleh media-media tersebut.

Jika apa yang diberitakan itu benar, maka saya bisa mengatakan bahwa kondisi Manohara sepertinya tidak begitu jauh berbeda dengan apa yang dirasakan oleh perempuan-perempuan lain di negeri ini, bahkan bisa dikatakan lebih parah dari itu. Saat ini, kasus KDRT meningkat dari 4000 kasus menjadi 22 ribu kasus. Peningkatan ini tidak diiringi oleh keseriusan aparat hukum dalam menangani kasus ini (baca: http://www.gemari.or.id/file/edisi77/gemari7742.PDF).

Lalu apa yang bisa dilakukan kaum perempuan dalam rangka peringatan hari Kartini ini? Saya yakin, harapan untuk mendapatkan hak-haknya sebagai perempuan tetap menjadi hal yang akan terus diperjuangkan. Tapi menurut saya perjuangan itu seharusnya bukan dalam frame kebebasan yang sebebas-bebasnya bagi perempuan, hingga meninggalkan peran dan fungsi utamanya, baik sebagai istri, ibu bagi anak-anaknya maupun sebagai bagian dari masyarakat. Memang, banyak orang yang menyamaratakan antara perjuangan Kartini dengan perjuangan kaum feminisme. Dan tentang hal ini masih banyak menuai perbedaan pendapat.

Namun, apa pun itu sebelum Kartini lahir, perjuangan untuk mengangkat derajat kaum perempuan sudah sejak lama ada. Dialah islam. Sebuah diin yang tidak pernah meletakkan posisi perempuan pada tempat yang rendah. Islam memposisikan antara laki-laki dan perempuan sama, hak dan kewajibannya sama.  Kalaupun ada perbedaan di antara keduanya, itu hanya terletak pada peran dan fungsinya saja yang bersifat khusus, seperti ibu bagi anak-anaknya, istri bagi suaminyadan sekolah pertama bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, Islam selayaknya menjadi spirit bagi kaum perempuan dalam mengangkat derajat dan martabatnya.

Mimpimu adalah Senjataku (II): Stres di sebuah Negeri Mimpi

Stress di Negeri MimpiPemilu 9 April 2009 telah berlalu. Kini, ia menyisakan duka dan kecewa. Para caleg partai yang memperoleh suara paling banyak, boleh bersenang hati. Tapi, tidak demikian dengan mereka yang tidak mendapatkan perolehan suara yang cukup. Kecewa dan sedih, itu pasti. Bahkan para caleg yang merasa kalah suara tersebut, rela mengakhiri hidupnya di ujung tali.

Salah satunya adalah seorang caleg yang mencalonkan dirinya di daerah pemilihan (Dapil) Tasikmalaya. Ia ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, setelah mengetahui dirinya gagal terpilih dalam pemilu 9 April beberapa hari yang lalu. Pihak keluarga pun tak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya bisa pasrah bahwa kekalahan anaknya di pemilu kemarin telah mengantarkan anak mereka pada kematian.

Ya, depresi melanda sebagian besar caleg yang kalah dalam pertarungan politik 9 April 2009. Di antara mereka, ada yang terpaksa harus dipindah alihkan ke Rumah Sakit – Rumah Sakit Jiwa. Hal ini dilakukan setelah melihat adanya perubahan mental yang diakibatkan oleh stres dan depresi.

(baca entri selengkapnya….)

Mimpimu adalah senjataku (I)

pemilu-2009, pilih yang mana?

pemilu-2009, pilih yang mana?

Sejak hari senin, 6 April hingga hari ini ditetapkan sebagai minggu tenang bagi partai-partai yang akan bertarung di medan pemilu 9 April besok. Semua atribut partai baik berupa bendera, umbul-umbul, baliho, poster, dan lain sebagainya dipastikan tidak ada lagi yang terpasang di tempat-tempat umum yang selama beberapa hari masa kampanye sudah membuat pemandangan dimana-mana jadi semrawut.

Meski dianggap masa tenang, para caleg yang saat ini sedang mengistirahatkan diri di rumah-rumah mereka barangkali bukan ketenangan yang mereka rasakan. Sebaliknya, kegelisahanlah yang mereka rasakan, gelisah menanti saat-saat perhitungan suara. Berapa banyak suara yang akan berhasil mereka raih? Berhasilkah mereka duduk dikursi kemenangan?

(baca entri selengkapnya….)

3 April yang penuh Surprise….

Seperti biasa, hari ini saya masuk kantor lebih pagi. Masih ada beberapa pekerjaan yang belum saya tuntaskan kemarin. Jemari saya pun mulai sibuk menekan tuts-tuts keyboard.

Bunyi getaran handphone yang sengaja saya silentkan seketika menghentikan gerakan jari jemari saya. Ahh, ternyata ada telpon masuk. Tetapi, rasanya saya tidak mengenal nomor telpon tersebut. Hp pun diangkat. Ada suara aneh di seberang sana.

(baca entri selengkapnya….)

Post Navigation

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.